Guru Pahlawan Pendidikan

Oleh : Armadodi, SE, MM

“Ilmu itu bukan apa yang dihafal, tetapi yang memberi manfaat.” (Imam Syafi’i)

Upaya  implementasi pendidikan di sekolah, tentu tidak lepas dari peran guru. Berdasarkan kajian teoritis maupun empiris diyakini bahwa keberhasilan pendidikan salah satunya diwarnai oleh  faktor guru itu sendiri.

“Sosok guru adalah seorang yang telah menyerahkan dirinya dalam organisasi sekolah, dia tidak bisa melakukan tindakan dan berperilaku sesuai keinginan sendiri, tetapi harus dapat menyesuaikan diri dengan peran dan tugasnya sesuai peran dan tuntutan tugas serta aturan organisasi yang menjadi kewajiban bagi seorang guru, oleh karena itu, Guru  Harus Tahu ATURAN, Bersedia DIATUR, dan Bisa MENGATUR. Tahu aturan bermakna memahami bagaimana mekanisme kerja organisasi, dengan pemahaman itu maka seorang guru harus mau dan bisa diatur sesuai dengan mekanisme yang berlaku, serta harus bisa mengatur dalam arti mengelola secara optimal apa yang menjadi peran dan tugasnya dalam organisasi sekolah”. Demikian, sikap dan perilaku guru dalam organisasi sekolah. Sementara berkaitan dengan bersikap dan bergaul dengan siswa,: Guru adalah pelayan semua anak didiknya untuk mengantarnya pada masa depan yang lebih baik. Siswa adalah manusia utuh, maka terimalah dia apa adanya. Siswa adalah individu yang utuh dengan keseluruhan sikap, prilaku, kepribadian serta latar belakang sosial budayanya. Kita tidak bergaul, berinteraksi dengan salah satu aspeknya saja tetapi dengan keseluruhannya…


Kesadaran dan kerelaan menerima kenyataan bahwa interaksi dengan siswa sebagai suatu keseluruhan akan menumbuhkan perhatian (concern), rasa peduli (caring), rasa berbagi (sharing), dan kebaikan yang tulus (kindness).

"Ilmu itu ada tiga tahapan. Jika seseorang memasuki Tahapan Pertama, maka dia akan sombong, jika dia memasuki Tahapan Kedua, maka dia akan rendah hati. Dan jika dia memasuki Tahapan Ketiga, maka dia akan merasa bahwa dirinya tidak siapa-siapa, tidak punya apa-apa dan tidak ada apa-apanya" (Umar bin Khattab)

Ukuran banyak-sedikitnya ilmu bukan dari banyak-sedikitnya hafalan, melainkan dari banyak-sedikitnya kemanfaatan. Kadang seseorang hanya memperhatikan guru/dosen, mendengarkan ceramah atau membaca buku/kitab sehingga menjadi hafal dan paham. Namun sayang tidak membuat ilmu itu bermanfaat, bisa diaplikasikan, dan diamalkan.

"Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan."

Amal yang paling hebat bagi seorang Guru adalah MENDIDIK. Dan Rekreasi yang paling indah adalah MENGAJAR

Ketika melihat murid-murid yang menjengkelkan dan melelahkan, terkadang hati dan diri ini teruji kesabarannya, namun hadirkanlah diantara satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menuju surga JannahNya

Di Hari Guru Nasional hari ini, salah satu wujud “penghargaan” kita kepada guru-guru adalah dengan mengaplikasikan, mengamalkan dan menyebarkan kembali, ilmu yang kita dapat dari para guru agar menjadi amal yang tak terputus walau ajal telah menjemput.

"Ada tiga hal yang mengiringi orang (yang telah) wafat: sedekah yang (pahalanya) mengalir sepeninggalnya, doa anaknya untuk kebaikannya, dan ilmu yang ia sebarkan dan diamalkan orang setelahnya” (HR. Ad-Darimi: 557)

Selamat Berjuang wahai para GURU… !!!

Kebahagiaan sebagai Guru adalah merupakan butiran tasbih Pengabdian kita kepadaNya

Kalau bukan karena jasa Guruku, aku tidak kenal Tuhanku!

 

Selamat Hari Guru

Berjuta ungkapan ta'zhim dan terima kasih teruntuk semua Guru 

Guruku pahlawanku..

Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar