TRINGGER FINGER

 

Suatu kondisi jari tersangkut dalam posisi menekuk. Penyebab Tringger Finger biasanya adanya penyakit asam urat juga banyaknya pekerjaan yang menggunakan jari tersebut dalam kurun waktu yang lama.

Usia penderita biasanya berkisar antara 40 – 60 tahun. Pantangan untuk penderita Tringger Finger adalah lemak dan  minuman manis. Tringger Finger dialami rekam medis, penderita seorang pekerja keras yang sering menggunakan jari tangannya untuk bekerja dalam kurun waktu yang lama.

Untuk meredakan jarti yang sedang kontraksi Tringger Finger penulis menggunakan api kompor yang kecil, alhamdulillah meredakan keposisi semula    
Gejala Trigger Finger


Jari tangan seringkali berada dalam posisi tetap, terperangkap, ataupun terkunci saat melipat atau meregang. Harus ada seseorang yang bisa meluruskan atau mengubah posisi. Rasa sakit muncul pada tendon dan sering lebih menyakitkan saat bergerak, dan juga bengkak. Orang dewasa sering merasa sakit pada jari tengah sementara anak‐anak sering di bagian jempol. Mungkin masih ada gejala lain yang tidak tercantum di atas.

Penyebab Trigger Finger
Penyebab trigger finger tidak selalu jelas. Namun demikian, penyebabnya, meliputi artritis reumatoid, asam urat, dan diabetes. Trauma pada telapak tangan atau pangkalan jari dapat juga menjadi penyebab.
Kebanyakan bermain telepon genggam, termasuk scrolling, browsing, dan gaming dapat memicu terjadinya trigger finger.
 
Faktor Risiko Trigger Finger
Ada banyak faktor risiko penyakit ini, meliputi:

  • Gerakan yang sama berulang kali. Pekerjaan dan hobi yang memerlukan gerakan tangan yang sama dan memegang dalam waktu lama meningkatkan risiko
  • Penyakit tertentu, seperti diabetes, rheumatoid arthritis
  • Jenis kelamin, wanita lebih mudah terpengaruh

 
Diagnosis Trigger Finger
Dokter mendiagnosa trigger finger dengan melakukan pemeriksaan fisik pada tangan dan jari, biasanya menunjukkan tanda-tanda, seperti benjolan yang meradang atau posisi abnormal. Maka dari itu, tidak perlu menjalani rontgen atau uji laboratorium.
 
Pencegahan Trigger Finger
Menghindari penggunaan berlebihan adalah kunci untuk mencegah trigger finger. Jika seseorang mulai mengalami kekakuan dan pembengkakan di jari, pastikan untuk memberi mereka banyak istirahat. Kegiatan bergantian dapat membantu menjaga jari dari menjadi meradang. Over the counter obat-obatan, seperti ibuprofen dapat menjadi cara yang aman untuk mengurangi peradangan sebelum tumbuh lebih buruk.

Pengobatan Trigger Finger
Penanganan trigger finger ditujukan untuk mengurangi pembengkakan, nyeri, dan mengembalikan jari ke fungsi semula supaya bebas nyeri dan pergerakan tidak terbatas.
Berikut beberapa pilihan terapi untuk kondisi trigger finger, meliputi:


• Istirahat

Mengistirahatkan tangan dan menghindari aktivitas, termasuk bermain telepon genggam yang bisa memperburuk kondisi trigger finger.


• Menggunakan Splint
Penggunaan splint di malam hari dapat membantu menjaga jari yang terkena trigger finger berada di posisi lurus dan tidak bergerak. Maka dari itu, rasa nyeri akan berkurang dan tidak mengganggu tidur.


•  Fisioterapi
Peregangan (stretching) melalui fisioterapi dapat membantu mengurangi rasa kaku dan membuat pergerakkan jari tak lagi terbatas.


•  Obat-Obatan
Obat-obatan anti-inflamasi non steroid (OAINS) dapat membantu mengurangi nyeri dan peradangan. Selain itu, injeksi steroid langsung pada tendon juga bisa membantu menghilangkan gejala-gejala trigger finger.


Jika dengan cara-cara di atas gejala trigger finger tak kunjung membaik, maka tindakan pembedahan menjadi pilihan yang direkomendasikan. Pada pembedahan untuk trigger finger, umumnya akan dilakukan pemotongan tendon yang terkena. [@sarah ridha wati, mahasiswa uhamka]

Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar