Viral Kabar Bahaya Skullbreaker Challenge, Ini Komentar Praktisi Pendidikan Kota Bekasi

JSIT Kota Bekasi-Akhir-akhir ini jagad medsos viral dengan suguhan aksi sejumlah pelajar yang melakukan permainan Skullbreaker Challenge yang naik daun di Tik Tok. Aksi tersebut sudah merebak dan ditonton oleh para pengguna medsos baik kalangan anak-anak, remaja dan orang tua. Tentu aksi ini mendapat banyak sorotan negatif dan kekhawatiran dari berbagai pihak. 

Diketahui bahwa ternyata aksi tersebut berasal dari sejumlah pelajar SMA di Miami Florida (AS). Skullbreaker Challenge dilakukan oleh tiga orang dengan cara berbaris. Ketika orang yang ditengah melompat, kedua rekannya akan menjegal kaki tersebut hingga jatuh. Hal tersebut akan membahayakan nyawa orang yang berada ditengahnya (baca berita..)

Melihat fenomena ini Agung Nursidik, S.Pd.I,M.Pd selaku praktisi pendidikan kota Bekasi sangat menyayangkan aksi tersebut, apalagi sudah beredar di mana-mana. Beliau juga tidak memungkiri ditengah perkembangan teknologi dan dunia medsos apapun akan beredar dengan sangat cepat. Beliau juga menyampaikan video yang sudah beredar tersebut tentunya sangat membuat kekhawatiran oleh semua pihak baik orang tua, guru dan instansi pendidikan. Apalagi tipe anak-anak dan remaja di Indonesia yang sangat mudah meniru aksi-aksi yang mereka anggap menantang, sehingga mereka akan melakukan hal  yang sama kepada temannya tanpa memikirkan dampak negatifnya.

“ Memang tidak bisa dipungkiri teknologi dan dunia medsos yang begitu cepat, sehingga apapun akan mudah viral dan berkembang dimasyarakat, dan tentunya aksi tersebut membuat kekhawatiran semua pihak, apalagi tipe anak-anak dan remaja kita yang mudah meniru aksi-aksi menantang tanpa mempertimbangkan baik buruknya” (ungkapnya di Gameel Akhlaq Islamic School, Sabtu, 15/02/2020)

Dengan aksi tersebut yang sudah terlanjur viral di mana-mana Agung yang juga pengurus JSIT kota Bekasi, mengajak kepada semua pihak yaitu orang tua, guru dan instansi pendidikan, agar memberikan edukasi kepada anak-anaknya akan bahaya permainan tersebut. Selain itu beliau berharap agar pihak-pihak terkait seperti dinas pendidikan kota Bekasi ikut membantu memberikan solusi dan edukasi agar anak-anak dan remaja tidak mengikuti aksi-aksi tersebut.

“Melihat hal tersebut saya mengajak kepada semua pihak, orang tua, guru dan instansi pendidikan agar memberikan edukasi kepada anak-anak tentang bahaya permainan tersebut.” (tambahnya)


Beliau juga berharap kepada para orang tua, guru dan instansi pendidikan di kota Bekasi agar memberikan solusi alternatif lainnya yang dapat mengalihkan perhatian anak-anak dan remaja kepada permainan-permainan yang lebih edukatif. Karena pada dasarnya perhatian anak-anak dan remaja yang banyak terfokus pada dunia medsos akan melahirkan kecenderungan negatif sesuai apa yang dikonsumsinya.  

Alihkan perhatian anak-anak dan remaja kepada permainan-permainan edukatif tersebut sehingga mereka akan mengurangi aktifitasnya bermain handphone, selain itu selalu dipantau dan beri perhatian serta kasih kepada anak-anak dan remaja, yaitu dengan bentuk komunikasi dua arah yang hangat dan sesuai dengan usianya. Maka dari itu untuk dapat memberikan hal tersebut para orang tua  harus meluangkan waktu untuk mereka ditengah kesibukannya. [jrw] 
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment